Kalimas Ramadhan

Kamis, 01 Mei 2014

tulisan tentang club sepak bola PERSIJA JAKARTA dan CHELSEA.FC


Persija (singkatan dari Persatuan Sepak Bola Indonesia Jakarta) adalah sebuah klub sepak bolaIndonesia yang berbasis di Jakarta. Persija saat ini berlaga di Liga Super Indonesia.
Persija didirikan pada 28 November 1928, tepat sebulan setelah Sumpah Pemuda, dengan cikal bakal bernama Voetbalbond Indonesische Jacatra (VIJ). VIJ merupakan salah satu klub yang ikut mendirikan Persatuan sepak bola Seluruh Indonesia (PSSI) dengan keikutsertaan wakil VIJ, Mr. Soekardi dalam pembentukan PSSI di Societeit Hadiprojo Yogyakarta, Sabtu-19 April 1930.
Klub ini mendapatkan perhatian yang besar dari Mantan Gubernur Jakarta, 
Sutiyoso, yang merupakan Pembina Persija. Kelompok pendukungnya bernama The Jakmania.
Pada zaman Hindia Belanda, nama awal Persija adalah VIJ (Voetbalbond Indonesische Jacatra). Pasca-Republik Indonesia kembali ke bentuk negara kesatuan, VIJ berganti nama menjadi Persija (Persatuan sepak bola Indonesia Jakarta). Pada saat itu, NIVU (Nederlandsch Indisch Voetbal Unie) sebagai organisasi tandingan PSSI masih ada. Di sisi lain, VBO (Voetbalbond Batavia en Omstreken) sebagai bond (perserikatan) tandingan Persija juga masih ada.
Terlepas dari takdir atau bukan, seiring dengan berdaulatnya negara Indonesia, NIVU mau tidak mau harus bubar. Mungkin juga karena secara sosial politik sudah tidak kondusif (mendukung). Suasana tersebut akhirnya merembet ke anggotanya, antara lain VBO. Pada pertengahan tahun 1951, VBO mengadakan pertemuan untuk membubarkan diri (likuidasi) dan menganjurkan dirinya untuk bergabung dengan Persija. Dalam perkembangannya, VBO bergabung ke Persija. Dalam turnamen segitiga persahabatan, gabungan pemain bangsa Indonesia yang tergabung dalam Persija "baru" itu berhadapan dengan Belanda dan Tionghoa. Inilah hasilnya: Persija (Indonesia) vs Belanda 3-3 (29 Juni 1951), Belanda vs Tionghoa 4-3 (30 Juni 1951), dan Persija (Indonesia) vs Tionghoa 3-2 (1 Juli 1951). Semua pertandingan berlangsung di lapangan BVC Merdeka Selatan, Jakarta.
Prestasi Nasional
Perserikatan
·         Tahun 1931, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (1)
·         Tahun 1933, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (2)
·         Tahun 1934, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (3)
·         Tahun 1938, Juara Perserikatan, sebagai VIJ Jakarta (4)
·         Tahun 1964, Juara Perserikatan (5)
·         Tahun 1973, Juara Perserikatan (6)
·         Tahun 1975, Juara Perserikatan, bersama dengan PSMS Medan (7)
·         Tahun 1977, Juara Perserikatan (8)
·         Tahun 1979, Juara Perserikatan (9)
·         Tahun 1990, Peringkat Ke-10 Perserikatan
Liga Indonesia
·         Tahun 1995, Peringkat Ke-18 Divisi Utama Wilayah Barat
·         Tahun 1996, Peringkat Ke-14 Divisi Utama Wilayah Barat
·         Tahun 1997, Peringkat 11 Divisi Barat
·         Tahun 1998, Kompetisi Tidak Selesai
·         Tahun 1999, Semifinalis
·         Tahun 2001, Juara Liga Indonesia
·         Tahun 2002, 8 Besar Liga Bank Mandiri
·         Tahun 2003, Peringkat 8 Liga Bank Mandiri
·         Tahun 2004, Peringkat 3 Liga Bank Mandiri
·         Tahun 2005, Runner-Up Liga Indonesia
·         Tahun 2006, 8 Besar Liga Indonesia
·         Tahun 2007, 8 Besar Liga Indonesia
Liga Super Indonesia
·         Musim 2008 - 2009, Peringkat 7 Liga Super Indonesia
·         Musim 2009 - 2010, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
·         Musim 2010 - 2011, Peringkat 3 Liga Super Indonesia
·         Musim 2011 - 2012, Peringkat 5 Liga Super Indonesia
Piala Indonesia
·         Tahun 2005, Runner-Up Copa Indonesia
·         Tahun 2006, Copa Indonesia Juara 3
·         Tahun 2007, Copa Indonesia Juara 3
Internasional
·         Tahun 2000, Juara Piala Sultan Brunei Darussalam
Spnsor K-Vision

Skuat
Per 15 Maret 2014..
No.
Posisi
Pemain
Negara
Kiper
26
Andritany Ardhiyasa U23    
29
Adixi Lenzivio U23    
35
Daryono    
Bek
3
Dany Saputra    
13
Firmansyah    
14
Ismed Sofyan (wakil kapten)   
15
Fabiano Beltrame Kapten    
23
Victor Pae    
28
Ngurah Nanak    
33
Syahrizal Syahbuddin U23    
36
99
April Hadi    
Gelandang
7
8
Egi Melgiansyah U23    
9
Rudi Setiawan U23    
17
Defri Rizki    
21
Amarzukih    
22
Feri Komul    
24
32
Rohit Chand    
77
Penyerang
11
10
Ivan Bošnjak    
18
19
Agung Supriyanto U23    
Dipinjamkan
No.
Posisi
Pemain
Negara
6
16
34
Mardiansyah (ke Villa 2000)   
81
Transfer 2013-2014
Pemain
Pindahan dari
Bendera Indonesia Dany Saputra
Keluar
Pemain
Pindah ke
Susunan Pelatih
Jabatan
Nama
Presiden Club
Manajer
Asisten Manajer
Bendera Indonesia Abel Anmas
Pelatih kepala
Asisten Pelatih
Pelatih Kiper
Bendera Indonesia Galih Haryono
Pelatih Fitness
Bendera Indonesia Agus Sugeng
Tim Dokter
Bendera Indonesia Dr. Monas
Kinesiotherapy/Measseur 1
Bendera Indonesia Udin
Kinesiotherapy/Measseur 2
Bendera Indonesia Mansyur
Pelatih
·        Bendera Indonesia Endang Witarsa
·        Bendera Indonesia Herry Kiswanto
·        Bendera Bulgaria Ivan Venkov Kolev
·        Bendera Argentina Carlos Garcia Cambon
·        Bendera Indonesia Ronny Pattinasarani
·        Bendera Indonesia Rahmad Darmawan
·        Bendera Moldova Arcan Iurie
·        Bendera Moldova Serghei Dubrovin
·        Bendera Indonesia Sofyan Hadi (membawa Persija juara Indonesia 2001)
·        Bendera Indonesia Benny Dollo
·        Bendera Indonesia Rahmad Darmawan
·        Bendera Indonesia Iwan Setiawan
·        Bendera Indonesia Benny Dollo
Penyedia baju tim
Period
Kit Provider
1985-1996
1998-2000
2000-2003
Bendera Amerika Serikat Nike
2004-2007
2007-2009
2009–2015
Bendera Indonesia League

Pendukung
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/2/2b/Jakmania_beraksi.jpg/200px-Jakmania_beraksi.jpg

Pendukung Persija Jakarta diStadion Bung Karno.
The Jakmania adalah suporter kesebelasan sepak bola Persija Jakarta yang berdiri sejak Ligina IV, tepatnya 19 Desember 1997. Markas dan sekretariat The Jakmania berada di Stadion Lebak Bulus. Setiap Selasa dan Jumat merupakan rutinitas The Jakmania baik itu pengurus maupun anggota untuk melakukan kegiatan berkumpul bersama membahas perkembangan The Jakmania serta laporan-laporan dari setiap bidang kepengurusan. Tidak lupa juga melakukan pendaftaran bagi anggota baru dalam rutinitas tersebut.



















Chelsea F.C.
Chelsea Football Club  adalah sebuah klub sepak bola Inggris yang bermarkas di FulhamLondon. Chelsea didirikan pada tahun 1905 dan kini berkompetisi di Liga Utama Inggris.
Sepanjang sejarah penampilan dalam dunia sepak bola di Inggris dan Eropa, klub ini telah meraih empat gelar juara Liga Utama Inggris, tujuh Piala FA, empat Piala Liga, satu trofi Liga Champions UEFA, dua Piala Winners UEFA, satu Liga Eropa UEFA dan satu Piala Super UEFA.[3] Stadion kandang mereka Stamford Bridge, berkapasitas 41.837 kursi penonton,[2] telah digunakan sebagai stadion kandang sejak Chelsea didirikan. Sejak tahun 2003, Chelsea dimiliki oleh Roman Abramovich seorang miliuner asal Rusia.[4]
Kesuksesan pertama Chelsea diraih saat meraih gelar juara liga pada tahun 1955. Beberapa gelar dari berbagai kompetisi juga berhasil diraih pada dekade 1960an, 1970an, 1990an, dan 2000an. Dalam periode lima belas tahun terakhir merupakan periode terbaik kesuksesan Chelsea; yang ditutup dengan untuk pertama kali meraih gelar juara Double winner, Liga Utama Inggris dan Piala FA pada tahun 2010 dan gelar juara Liga Champions UEFA pada tahun 2012.[5][6]
Kostum utama Chelsea adalah kaus dan celana berwarna biru royal dengan kaus kaki berwarna putih. Kombinasi tersebut telah digunakan sejak dekade 1960an. Lambang klub telah berganti beberapa kali dalam upaya memodernisasi dan mengubah pencitraan. Lambang yang kini digunakan, yang menampilan seekor singa seremonial memegang sebuah tongkat, merupakan modifikasi dari lambang yang pernah digunakan pada dekade 1950an.[7] Rata-rata jumlah penonton liga pada laga kandang musim 2011–12 sebanyak 41.478 penonton, jumlah tertinggi keenam pada Liga Utama Inggris.
Sejarah
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/c/c2/Chelsea_Team_1905.jpg/250px-Chelsea_Team_1905.jpg
Tim pertama Chelsea pada September 1905
Pada tahun 1904 H.A. Mears mengakuisisi stadion atletik Stamford Bridge dengan tujuan mengubah menjadi stadion sepak bola. Ia kemudian merencanakan pendirian sebuah klub sepak bola baru setelah tawaran yang diberikan kepadaFulham untuk menggunakan stadion tersebut ditolak. Mengingat telah ada sebuah klub bernama Fulham, nama Chelsea yang merupakan sebuah kota kecil yang berdekatan dengan stadion dipilih sebagai nama klub baru tersebut. Nama-nama lain seperti Kensington FCStamford Bridge FC dan London FC sempat dipertimbangkan untuk dipilih.[9]Chelsea didirikan oleh pada 10 Maret 1905 di sebuah pub The Rising Sun (kini restoran The Butcher's Hook)[10] dan pertama kali bermain pada kompetisi Football League.
John Robertson seorang pemain timnas Skotlandia berusia 28 tahun saat itu dipilih merangkap jabatan pemain-manajer pertama Chelsea. Sejumlah pemain direkrut dari berbagai klub untuk memperkuat tim, seperti penjaga gawang William "Fatty" Foulke dari Sheffield United, Jimmy Windridge dan Bob McRoberts dari Small Heath, dan Frank Pearson dariManchester City. Pertandingan pertama mereka terjadi pada 2 September 1905, sebuah laga tandang menghadapi Stockport County. Chelsea kalah dengan skor 0–1.[11] Sedangkan pertandingan kandang pertama mereka adalah sebuah kemenangan 4–0 pada laga persahabatan menghadapi Liverpool. Robertson juga merupakan pencetak gol pertama Chelsea pada laga kompetitif saat kemenangan 1–0 atas Blackpool.[12]
Chelsea mengalami sejumlah promosi-degragasi pada Divisi Satu dan Divisi Dua Liga Inggris setelah berhasil meraih promosi ke Divisi Satu pada musim kedua mereka. Pencapaian terbaik mereka pada tahun-tahun awal adalah berhasil melaju hingga ke babak final Piala FA 1915 namun dikalahkan Sheffield United di Old Trafford dan saat mengakhiri Divisi Satu pada posisi tiga klasemen akhir tahun 1920.[13] Chelsea memiliki reputasi mendatangkan pemain-pemain terkenal[14] dan jumlah penonton yang besar[15], tapi kesuksesan masih belum menghampiri mereka pada masa-masa Perang Dunia I dan II.
Mantan penyerang Arsenal dan Inggris Ted Drake menjadi manajer pada tahun 1952. Drake mulai memodernisasi klub baik di dalam dan di luar lapangan. Ia mengganti logo Chelsea pensioner, meningkatkan sistem pelatihan dan pembinaan tim usia muda, dan memperkuat kedalaman tim dengan kelihaian mendatangkan sejumlah pemain dari divisi-divisi bawah dan liga-liga amatir hingga berhasil membawa Chelsea meraih trofi juara pertama mereka, gelar juara Divisi Satu Liga Inggris 1954–55. Pada musim berikut, UEFA mengadakan kejuaraan antar klub juara liga di Eropa, Piala Champions, namun ketidaksetujuan otoritas Liga Sepak Bola Inggris dan FA membuat Chelsea menarik diri dari kejuaraan tersebut sebelum dimulai.[16] Chelsea gagal melanjutkan kesuksesan tersebut dan hanya menjadi penghuni papan tengah klasemen liga pada dekade 1950an. Drake dipecat pada tahun 1961 dan digantikan oleh Tommy Docherty yang merangkap jabatan pemain-manajer.
Chelsea kembali menjadi juara Liga Utama Inggris 50 tahun kemudian, yaitu pada tahun 2005, pada masa jabatan manajerJose Mourinho (2004 - 2007), yang saat itu mendapat dukungan penuh dari pemilik miliuner minyak berkebangsaan Rusia,Roman Abramovich.
Pada tahun yang sama (2005), Chelsea juga menjuarai Piala Carling dengan mengalahkan Liverpool. Selanjutnya pada tahun 2006, Chelsea kembali berhasil menjuarai Liga Utama Inggris. Dan pada tahun 2007, Chelsea juga kembali berhasil menjuarai Piala Carling setelah mengalahkan Arsenal 2-1 dan menjadi juara Piala FA setelah mengalahkan Manchester United 1-0 lewat babak perpanjangan waktu.
Tapi karena beberapa penampilan yang buruk pada awal kompetisi 2007/2008 ditambah dengan ketidak sesuaian dengan sang pemilik, akhirnya Jose Mourinho mengundurkan diri dari jabatan manager, dan kemudian digantikan oleh Avram Grant mantan manajer tim nasional Israel.
Diawal masa kepelatihan Grant, banyak kalangan yang memandangnya sebelah mata. Meski demikian, Avram Grant mampu membawa Chelsea menjadi treble runner-up yaitu di ajang Piala Carling sebelum dikalahkan Tottenham Hotspur dengan skor 2-1. Disusul menjadi runner-up Liga Utama Inggris dibawah Manchester United dan menjadi runner-up di ajang Liga Champions setelah kalah adu penalti 6-5 dari Manchester United. Namun prestasi tersebut dianggap tidak cukup baik sehingga Grant terpaksa dipecat di akhir musim.
Pada akhir Januari 2009, Avram Grant digantikan oleh pelatih asal BrasilLuiz Felipe Scolari. Namun, Scolari juga tidak mampu memberikan prestasi yang memuaskan. Sehingga pada akhir April 2009 mengalami nasib yang sama dengan Grant. Posisi kosong manajer Chelsea kemudian diisi oleh pelatih Rusia saat itu,Guus Hiddink, sampai akhir musim 2008–09. Pada akhir bulan Mei, sebelum meninggalkan Chelsea, Guus Hiddink memberikan kenangan manis dengan membawa gelar Piala FA kelima Chelsea.
Diawal musim kompetisi 2009–10, Chelsea mengumumkan Carlo Ancelotti sebagai manajer baru, dengan masa kontrak selama 3 musim. Ancelotti langsung memberikan gelar dengan membawa Chelsea menjuarai Community Shield 2009 setelah mengalahkan Manchester United dalam adu penalti. Kemenangan dalam adu penalti tersebut merupakan pertama kalinya bagi Chelsea sejak 1998, saat Chelsea menghadapi Ipswich Town di Piala Liga. Pada akhir musim, Chelsea berhasil menjuarai Liga Utama Inggris dan Piala FA, yang merupakan pencapaian pertama dalam sejarah Chelsea. Chelsea juga menjadi klub ketujuh yang berhasil mendapat rekor mengawinkan gelar Double winner tersebut. Striker Chelsea, Didier Drogba berhasil mendapatkan Golden Boot sebagai Pencetak Gol Terbanyak dengan torehan 29 gol. Pada pertandingan terakhir liga pada 9 Mei 2010, Chelsea mempermalukan Wigan dengan skor telak 8–0 dengan Drogba mencetak 3 gol. Chelsea juga mencetak rekor menang mutlak 100% terhadap semua tim empat besar Premier League (Manchester United, Liverpool, dan Arsenal). Pada musim keduanya, Ancelotti dipecat Chelsea pada Mei 2011 setelah kekalahan 1-0 dari Everton di pertandingan terakhir musim 2010–11.
http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/3/34/Chelsea_Champions_League_Winners_2012.jpg/250px-Chelsea_Champions_League_Winners_2012.jpg

Para pemain Chelsea merayakan gelar juara Liga Champions UEFA untuk pertama kalinya dalam sejarah klub
Pada awal musim 2011–12, André Villas-Boas ditunjuk sebagai pelatih Chelsea.[17] Setelah sejumlah hasil buruk yang dialami Chelsea, Villas-Boas dipecat pada bulan Maret 2012. Asistennya, Roberto Di Matteo yang merupakan mantan pemain Chelsea kemudian ditunjuk sebagai pelatih utama ad interim. Dibawah arahan Di Matteo Chelsea menunjukkan hasil impresif dengan berhasil meraih gelar juara Piala FA untuk ketujuh kalinya[18] dan Liga Champions UEFA[19] untuk pertama kalinya dalam sejarah klub–yang sekaligus menjadi klub London pertama yang meraih gelar tersebut.[20] Pada memenangkan Liga Eropa UEFA 2012–13, Chelsea menjadi klub Inggris pertama yang memenangkan semua empat piala Eropa.



Pemasok kostum dan Sponsor
Periode
Pemasok kostum
Sponsor utama
1968–1981
Umbro
Tidak ada
1981–1983
Le Coq Sportif
1983–1984
1984–1986
Tidak ada
1986–1987
The Chelsea Collection
Grange Farms, Bai Lin Tea, SIMOD
1987–1993
Umbro
1993–1994
1994–1997
Coors
1997–2001
Autoglass
2001–2005
2005–2006
Samsung Mobile
2006–2008
2008–
Pemain
Skuat utama
Per 31 Januari 2014.[21]
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos.
Nama
1
Bendera Republik Ceko
2
Bendera Serbia
3
Bendera Inggris
4
Bendera Brasil
7
Bendera Brasil
8
Bendera Inggris
9
Bendera Spanyol
11
Bendera Brasil
12
Bendera Nigeria
14
Bendera Jerman
15
Bendera Mesir
16
Bendera Belanda
17
Bendera Belgia
No.
Pos.
Nama
19
Bendera Senegal
21
Bendera Serbia
22
Bendera Brasil
23
Bendera Australia
24
Bendera Inggris
26
Bendera Inggris
27
Bendera Belanda
28
Bendera Spanyol
29
Bendera Kamerun
33
Bendera Republik Ceko
40
Bendera Portugal
46
Bendera Inggris
Jamal Blackman
Dipinjamkan
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos.
Nama
6
Bendera Spanyol
Oriol Romeu (di Valencia sampai 30 Juni 2014)
13
Bendera Nigeria
Victor Moses (di Liverpool sampai 30 Juni 2014)
18
Bendera Belgia
Romelu Lukaku (di Everton sampai 30 Juni 2014)
20
Bendera Inggris
Josh McEachran (di Wigan Athletic sampai 30 Juni 2014)
30
Bendera Brasil
Lucas Piazón (di Vitesse sampai 30 Juni 2014)
31
Bendera Perancis
Gaël Kakuta (di Lazio sampai 30 Juni 2014)
No.
Pos.
Nama
34
Bendera Inggris
Ryan Bertrand (di Aston Villa sampai 30 Juni 2014)
38
Bendera Belanda
Patrick van Aanholt (di Vitesse sampai 30 Juni 2014)
Bendera Belgia
Thibaut Courtois (di Atlético Madrid sampai 30 Juni 2014)
Bendera Jerman
Marko Marin (di Sevilla sampai 30 Juni 2014)
Bendera Perancis
Kurt Zouma (di Saint-Étienne sampai 30 Juni 2014)
Skuat cadangan
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos.
Nama
35
Bendera Denmark
Andreas Christensen
36
Bendera Skotlandia
47
Bendera Inggris
51
Bendera Belgia
Tika Musonda
Bendera Inggris
Mitchell Beeney
Bendera Inggris
Dion Conroy
Bendera Inggris
Fankaty Dabo
Bendera Skotlandia
Alex Davey
Bendera Inggris
No.
Pos.
Nama
Bendera Tanzania
Adam Nditi
Bendera Ghana
Bendera Inggris
Kevin Wright
Bendera Perancis
Jeremie Boga
Bendera Inggris
Ruben Loftus-Cheek
Bendera Swedia
Isak Ssewankambo
Bendera Inggris
John Swift
Bendera Inggris
Bendera Inggris
Alex Kiwomya
Dipinjamkan
Catatan: Bendera menunjukkan tim nasional pemain sesuai dengan peraturan FIFA. Pemain dapat saja mempunyai lebih dari satu kewarganegaraan.
No.
Pos.
Nama
32
Bendera Brasil
Wallace (di Inter Milan sampai 30 Juni 2014)
37
Bendera Burkina Faso
Bertrand Traoré (di Vitesse sampai 30 Juni 2014)
59
Bendera Nigeria
Kenneth Omeruo (di Middlesbrough sampai 30 Juni 2014)
Bendera Kroasia
Matej Delač (di FK Sarajevo sampai 30 Juni 2014)
Bendera Inggris
Todd Kane (di Blackburn Rovers sampai 30 Juni 2014)
Bendera Chili
Cristián Cuevas (di Vitesse sampai 30 Juni 2014)
Bendera Meksiko
Ulises Dávila (di Córdoba CF sampai 30 Juni 2014)
Bendera Belgia
Thorgan Hazard (di Zulte Waregem sampai 30 Juni 2014)
No.
Pos.
Nama
Bendera Ghana
Christian Atsu (di Vitesse sampai 30 Juni 2014)
Bendera Inggris
George Saville (di Brentford F.C. sampai 30 Juni 2014)
Bendera Inggris
Billy Clifford (di Royal Antwerp samppai 30 Juni 2014)
Bendera Slowakia
Milan Lalkovič (di Walsall sampai 30 Juni 2014)
Bendera Inggris
Patrick Bamford (di Derby County sampai 30 Juni 2014)
Bendera Uruguay
Jhon Pírez (di CD Leganés sampai 30 Juni 2014)
Bendera Kroasia
Stipe Perica (di NAC Breda sampai 30 Juni 2014)
Bendera Kolombia
Joao Rodríguez (di Uniautónoma sampai 30 Juni 2014)
Pemain Terbaik Tahunan
Penghargaan Pemain Terbaik Tahunan Chelsea (bahasa Inggris: Chelsea's Player of The Year) diberikan kepada pemain terbaik menurut hasil pemungutan suara dari para penggemar Chelsea.[

Manajer terkemuka[sunting | sunting sumber]
Tahun
Penerima
1967
Bendera Inggris Peter Bonetti
1968
Bendera Skotlandia Charlie Cooke
1969
Bendera Inggris David Webb
1970
Bendera Inggris John Hollins
1971
Bendera Inggris John Hollins
1972
Bendera Inggris David Webb
1973
Bendera Inggris Peter Osgood
1974
Bendera Inggris Gary Locke
1975
Bendera Skotlandia Charlie Cooke
1976
Bendera Inggris Ray Wilkins
1977
Bendera Inggris Ray Wilkins
1978
Bendera Inggris Micky Droy
1979
Bendera Inggris Tommy Langley
1980
Bendera Inggris Clive Walker
1981
Bendera Yugoslavia Petar Borota
1982
Bendera Inggris Mike Fillery
1983
Bendera Wales Joey Jones

Tahun
Penerima
1984
Bendera Skotlandia Pat Nevin
1985
Bendera Skotlandia David Speedie
1986
Bendera Wales Eddie Niedzwiecki
1987
Bendera Skotlandia Pat Nevin
1988
Bendera Inggris Tony Dorigo
1989
Bendera Inggris Graham Roberts
1990
Bendera Belanda Ken Monkou
1991
Bendera Republik Irlandia Andy Townsend
1992
Bendera Inggris Paul Elliott
1993
Bendera Jamaika Frank Sinclair
1994
1995
Bendera Norwegia Erland Johnsen
1996
1997
1998
Bendera Inggris Dennis Wise
1999
2000
Bendera Inggris Dennis Wise

Tahun
Penerima
2001
2002
2003
2004
2005
2006
2007
2008
2009
2010
2011
2012
2013
Untuk rincian lebih lanjut tentang topik ini, lihat Daftar pelatih Chelsea F.C..
Berkit daftar nama para manajer yang meraih paling tidak satu gelar juara saat menjadi manajer Chelsea:
Nama
Periode jabatan
Gelar juara
1952–1961
1962–1967
1967–1974
1981–1985
1985–1988
Full Members Cup
1988–1991
Divisi 2 Liga Inggris, Full Members Cup
1996–1998
1998–2000
2004–2007
2013–
2009[nb 1]
2009–2011
2012[nb 2]
2012–2013[nb 3]
Staf kepelatihan
Posisi
Staf
Manajer
Asisten manajer
Bendera Inggris Steve Holland
Asisten pelatih tim utama
Bendera Portugal Rui Faria
Bendera Portugal Silvino Louro
Bendera Portugal José Morais
Direktur teknik
Bendera Nigeria Michael Emenalo
Pelatih penjaga gawang
Bendera Perancis Christophe Lollichon
Pelatih kebugaran
Bendera Inggris Chris Jones
Pengintai lawan senior
Bendera Inggris Mick McGiven
Direktur medis
Bendera Spanyol Paco Biosca
Dokter tim utama
Bendera Gibraltar Eva Carneiro
Manajer tim cadangan
Bendera Inggris Dermot Drummy
Manajer tim usia muda
Bendera Inggris Adrian Viveash
Manajer akademi
Bendera Inggris Neil Bath
Analis pertandingan
Bendera Inggris James Melbourne
sumber: chelseafc.com
Pengurus klub

Pemilik
Roman AbramovichChelsea Limited
Chelsea F.C. plc
Ketua: Bruce Buck
Direktur: Ron Gourlay, Marina Granovskaia, dan Eugene Tenenbaum
Dewan Eksekutif
Pemimpin Eksekutif: Ron Gourlay
Direktur Keuangan dan Operasional: Chris Alexander
Sekretaris Klub: David Barnard
Sekretaris Perusahaan: Alan Shaw
Direktur: Marina Granovskaia dan Eugene Tenenbaum
Dewan Chelsea Football Club
Bruce Buck
Eugene Tenenbaum
Ron Gourlay
David Barnard
Mike Forde (Direktur operasional sepak bola)
Michael Emenalo (Direktur teknik)
Prestasi
Domestik
Liga
·         Juara (4): 1954–55, 2004–052005–062009–10
·         Runners–up (4): 2003–04, 2006–072007–082010–11
·         Juara (2): 1983–84, 1988–89
·         Runners-up (5): 1906–07, 1911–12, 1929–30, 1962–63, 1976–77
Kejuaraan
·         Juara (7): 1969–70, 1996–97, 1999–00, 2006–072008–092009–102011–12
·         Runners-up (4): 1914–15, 1966–67, 1993–94, 2001–02
·         Juara (4): 1964–65, 1997–98, 2004–05, 2006–07
·         Runners-up (2): 1971–72, 2007–08
·         Juara (4): 1955, 2000, 2005, 2009
·         Runners-up (6): 1970, 1997, 2006, 2007, 2010, 2012
Full Members Cup
·         Juara (2): 1985–86, 1989–90
Eropa
·         Juara (1): 2011–12
·         Runners-up (1): 2007–08
·         Juara (2): 1970–71, 1997–98
·         Juara (1): 2012–13
·         Juara (1): 1998
·         Runners-up (2): 20122013

Rabu, 02 April 2014

STRATEGI MANAJEMEN PEMASARAN PERBANKAN SYARIAH

Melihat keunggulan, peluang, prospek dan akselerasi perkembangan Perbankan Syariah di atas maka diperlukan sebuah komunikasi yang efektif sebagai alat “kampanye” kepada masyarakat dalam rangka memaksimalkan fungsi utama bank syariah, yaitu penghimpunan dan penyaluran dana untuk mengembangkan perbankan syariah itu sendiri. Memang, selama tiga tahun terakhir telah dilakukan upaya untuk mengkampanyekan ekonomi syariah, khususnya perbankan syariah kepada masyarakat, misalnya dengan digelarnya event-event besar seperti Kampanye Nasional Ekonomi Syariah (KAMNAS), Indonesia Sharia Expo (ISE), Festival Ekonomi Syariah (FES) dan event-event besar lainnya. Selain itu, muncul juga penayangan iklan-iklan perbankan syariah di media cetak dan elektronik baik lokal maupun nasional khususnya di bulan Ramadhan.
Jika dianalisa, strategi komunikasi yang selama ini dilakukan hanya bersifat momentum saja. Misalnya saja pelaksanaan ISE dan FES yang menghabiskan dana miliaran rupiah, namun komunikasi dan sosialisasi yang dilakukan hanya pada saat kegiatan berlangsung (5 hari) sedangkan selebihnya tidak ada. Contoh lain yaitu penayangan iklan-iklan perbankan syariah di media cetak maupun elektronik yang sebagian besar dilakukan ketika bulan ramadhan (30 hari). Yang menjadi pertanyaan apakah mungkin dalam waktu sesingkat itu mampu meningkatkan marketshare secara signifikan?
Dari hasil pengkajian Pusat Penelitian dan Studi Kebanksentralan,  yang dilakukan Bank Indonesia, terdapat tiga macam kategori nasabah perbankan di Indonesia. Ketiganya adalah nasabah  nasabah loyalis konvensional, loyalis syariah, dan menggambang.  Dari ketiga macam nasabah tersebut, nasabah mengambang memiliki jumlah terbesar sekitar 80 %. Artinya, jika ingin  membesarkan marketshare bank syariah, sasaran yang harus dibidik adalah mengkampanyekan perbankan syariah kepada nasabah yang mengambang tersebut.
Oleh karena itu harus ada strategi komunikasi yang lebih efektif terhadap nasabah mengambang tersebut. Salah satu strategi komunikasi yang bisa diterapkan adalah mengambil pelajaran dari cara kampanye calon kepala daerah. Seorang calon kepala daerah akan menggunakan berbagai macam media komunikasi yang bisa mempopulerkan namanya, mengkomunikasikan dan meyakinkan kelebihan-kelebihan nya kepada masyarakat agar masyarakat yakin dan memilih sang calon kepala daerah tersebut di hari pemilihan tiba.
Itulah yang seharusnya dilakukan oleh Bank Syariah. Bank syariah perlu melakukan kampanye melalui beberapa media komunikasi yang tersedia seperti surat kabar, iklan radio, iklan televisi, penyebaran poster ke lokasi-lokasi strategis, pembuatan souvener, sosialisasi langsung ke masyarakat secara berkelanjutan dan cara-cara kampanye lain yang biasa dilakukan calon kepala daerah, agar nasabah mengambang mau memilih bank syariah sebagai tempat untuk bertransaksi, baik menyimpan dana, melakukan pembiayaan ataupun transaksi lainnya. Selain itu, Perbankan Syariah perlu menerapkan strategi komunikasi yang lebih menonjolkan keunggulan produk dan layanan, tidak hanya mempromosikan soal halal dan haramnya produk.
Memang secara teknis strategi komunikasi tersebut akan berat terealisasi jika hanya dilakukan oleh Direktorat Perbankan Syariah Bank Indonesia dan Bank-bank Syariah saja, oleh karena itu diperlukan sinergisitas asosiasi-asosiasi ekonomi syariah yang sudah terbentuk. Misalnya, di tataran praktisi ada asosiasi-asosiasi seperti MES (Masyarakat Ekonomi Syariah), ASBISINDO (Asosiasi Bank Syariah Indonesia), ASBINDO (Asosiasi BMT Indonesia), AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia). Sedangkan di wilayah akademisi ada IAEI (Ikatan Ahli Ekonomi Islam), AAKSI (Asosiasi Akuntansi Syariah Indonesia), FoSSEI (Forum Silaturahim Studi Ekonomi Islam) dan asosiasi-asosiasi lainnya yang berfungsi sebagai ‘kader’ untuk mengkampanyekan ekonomi syariah khususnya perbankan syariah.
               Dengan dilakukannya cara kampanye seperti itu secara berkesinambungan dan terus menerus, bukan tidak mungkin nasabah yang mengambang tadi sebagian besar akan beralih ke bank syariah dan target marketshare 5,25% yang dicanangkan BI bisa tercapai. Selain itu, bukan tidak mungkin peranan perbankan syariah terhadap perekonomian Indonesia menjadi lebih optimal dan mampu menjadi solusi dari permasalahan
Aplikasi Strategi Sun Tzu pada Pemasaran Produk Bank Syari’ah

Sun Tzu mengatakan bahwa dalam hasil setiap peperangan selalu ditentukan oleh lima faktor konstan, yaitu:

1.      Hukum moral (loyalitas atau komitmen) para prajurit yang siap mati.
      b.Langit yang menunjukkan keadaan alam yang tidak bisa diubah, seperti siang-malam, panas- dingin.

2. Bumi yang terdiri dari kekuatan dan kelemahan, keadaan medan pertempuran yang dihadapi, kemungkinan hasil peperangan.
3.      Pimpinan sebagai simbol karakter dan sifat dari teladan yang baik.
4.    Metode dan Disiplin yang perlu dipahami dalam menyususun strategi perang dan konsekuensi dari pelaksanaan strategi tersebut.
Pihak yang paling menguasai faktor perang di atas, akan berhasil memenangkan pertempuran dengan mudah. Bank syari’ah dapat menggunakan strategi perang Sun Tzu sebagai strategi pemasaran produk mereka. Strategi Sun Tzu dapat digunakan dalam sistem pemasaran bank syari’ah secara komprehensif. Dalam memasarkan produknya, bank syari’ah menghadapi dunia persaingan, yang dapat diibaratkan sebagai sebuah pertempuran. Berdasarkan ajaran Sun Tzu, maka bank syari’ah harus menguasai faktor perang agar dapat memenangkan persaingan itu. Penguasaan faktor perang itu oleh bank syari’ah dalam persaingan pemasaran dengan menggunakan beberapa dari 13 langkah jurus perang Sun Tzu.
1. Menang Tanpa Bertempur
Sun Tzu mengatakan, “Dalam perang, strategi terbaik adalah merebut suatu negara secara utuh. Memperoleh 100 kemenangan dalam 100 pertempuran bukanlah suatu keahlian. Namun menaklukan musuh tanpa bertempur, itu baru keahlian.” Karena tujuan pemasaran Bank syari’ah adalah survive dan meraih untung, maka bank syari’ah harus merebut pasar. Hal ini mesti dilaksanakan sedemikian rupa, sehingga pasar tidak hancur dalam prosesnya. Hal ini tentu saja sesuai dengan etika persaingan dan ekonomi Islam. Sun Tzu menyebutnya sebagai “menang tanpa bertempur”.
Bank syari’ah bisa melakukan “menang tanpa bertempur” dengan beberapa cara, seperti menyerang bagian pasar yang selama ini terlayani oleh produk bank syari’ah maupun lembaga keuangan lain. Dalam hal ini bank syari’ah bisa melakukannya dengan penyediaan pembiayaan bagi para pengusaha kecil yang selama ini belum banyak tersentuh oleh bank syari’ah. Bank syari’ah juga bisa menggarap pasar mengambang (floating market) yang mempunyai potensi sangat besar. Pasar mengambang ini terdiri dari para nasabah rasional, bukan nasabah loyalis syariah. Bank syari’ah dapat memperkenalkan keunggulan return yang kompetitif dari sistem bagi hasil yang berprinsip keadilan. Return yang kompetitif ini tentu dapat menarik nasabah yang berpikir rasional dan mengharap keuntungan yang tinggi. Dengan begitu bank syari’ah akan memperoleh pangsa pasar yang lebih besar tidak hanya nasabah loyalis syariah saja.
2. Hindari Kekuatan Lawan dan Serang Kelemahannya

Sun Tzu mengarahkan kita fokus pada kelemahan kompetitor, yang bakal memaksimalkan profit karena dapat meminimalkan sumber daya yang digunakan. “Pasukan itu ibarat air. Agar bisa mengalir, dia harus menghindari tempat tinggi dan mencari tempat rendah. Makanya, hindarilah kekuatan dan seranglah kelemahan lawan,” demikianlah petuah Sun Tzu. Dalam pemasaran, lokasi strategis sangat menentukan bagi penigkatan laba. Pemilihan lokasi pendirian bank syari’ah haruslah disesuaikan dengan potensi pasar (medan perang) yang akan menjadi fokus garapannya. Banyak pemasaran bank syari’ah yang familiar dengan teknik analisis SWOT sebagai cara untuk menganalisa situasi bank syari’ah. Kebanyakan strategi pemasaran sudah menggunakan secara implisit, namun tidak begitu sempurna karena kurang eksplisit. Bank syari’ah sebaiknya menggunakan strategi “flanking” (menyerang sisi) terhadap pesaing lewat diferensiasi, perluasan atau membentuk kembali kebutuhan nasabah. Serangan bisa juga dilakukan ketika pesaing tak menduganya sama sekali.
Kelemahan bank syari’ah adalah pada sisi modal atau aset, sehingga bank syari’ah harus menghindari persaingan harga secara terbuka. Bank syari’ah tidak perlu terpancing dengan pergerakan suku bunga konvensional dalam menentukan nisbah bagi hasilnya. Selain tidak sehat dari aspek syariah, persaingan ini juga kan membahayakan kelangsungan aset bank syari’ah Sebaliknya, bank syari’ah harus menyerang kelemahan pesaing dari aspek syariah yaitu, bunga yang ribawi. Dengan kelemahan itu, bank syari’ah dapat terus menerus mempersoalkan hukum bunga yang eksploitatif tersebut. Caranya dapat melalui sosialisasi fatwa MUI tentang keharaman bunga atau dengan mengadakan kampanye anti bunga. Disamping itu, bank syari’ah juga harus menonjolkan kekuatannya pada sistem bagi hasil yang lebih syar’i.
Penyerangan sisi oleh bank syari’ah, yaitu dengan cara terus membedakan diri dengan pesaing, yaitu mengenai:

a. Konsep pengelolaan berdasarkan syariah yang bebas riba.
b. Pengelola berperilaku dan berkomunikasi agamis serta banyak para marketer bank syari’ah yang mempunyai hubungan yang sangat dekat secara psikologis dengan para nasabahnya.
c. Mengadakan pengajian rutin antar nasabah, pengelola, dan pengurus sebagai media promosi yang tepat.

d. Mengembangkan pola pembinaan dan pendampingan dengan membentuk kelompok-kelompok binaan. 

Beberapa bank syari’ah menggunkan sistem tanggung renteng, yakni pembiayaan secara kelompok sehingga pembiayaan yang macet bisa ditanggulangi.
Kondisi perekonomian seperti sekarang tentu membuat jalannya dunia usaha agak lambat, bank syari’ah harus mampu memotivasi nasabahnya agar bangkit, sehingga nasabah tersebut membutuhkan pembiayaan. Motivasi ini merupakan cara untuk menciptakan kebutuhan baru sebagai salah satu upaya penyeragan sisi. Hal ini tidak akan disadari dan diduga sebelumnya oleh pesaing.

3. Gunakan Pengetahuan dan Strategi
Inilah petuah Sun Tzu yang sangat terkenal: “Kenalilah musuhmu dan kenalilah dirimu, niscaya Anda akan berjaya dalam ratusan pertempuran.” Agar bisa tahu dan mengeksploitasi kelemahan pesaing, butuh pemahaman mendalam tentang strategi, kapabilitas, pemikiran, dan hasrat para pemimpinnya; seperti juga pengetahuan yang dalam atas kekuatan dan kelemahan bank syari’ah. Penting juga untuk mengerti keseluruhan persaingan serta tren yang terjadi di sekeliling. Dengan demikian bank syari’ah memiliki feeling atas medan persaingan tempat di mana bank syari’ah akan bertempur. Sebaliknya, untuk menjaga agar kompetitor tidak memakai strategi yang sama melawan bank syari’ah, penting kiranya untuk menutupi dan merahasiakan rencana tersebut.
Dalam mengenali diri sendiri, bank syari’ah harus mempunyai percaya diri yang tinggi dan tidak mudah menyerah dalam persaingan. Sebaliknya bank syari’ah tidak boleh sombong, ketika meraih kesuksesan. Kesombongan itu akan mengaburkan bank syari’ah untuk mengetahui kekuatan dan kelemahannya. Pengenalan pesaing diharapkan dapat membantu untuk menentukan strategi yang dipakai menyerang kelemahan pesaing. Untuk mengenal medan atau pasar diperlukan pengalaman di lapangan. Dengan mengenal medan, bank syari’ah akan mampu terus berinovasi dan menciptakan momentum. Pengenalan ini tentu memerlukan data informasi dari sebuah tim Research and Development yang handal. Oleh karena itu bank syari’ah memerlukan sebuah departemen Penelitian dan Pengembangan yang terus menerus bekerja di belakang layar.“Suatu perhitungan akan membuahkan hasil kemenangan bila kita mempunyai informasi yang tepat waktu, relevan, dan akurat,” begitulah pendapat Sun Tzu. Oleh karena itu, bank syari’ah harus memaksimalkan kekuatan dalam mengumpulkan informasi yang penting. Penggunaan intelejen pasar (spy) yang jitu akan meningkatkan pengetahuan untuk menyerang pasar dan mendiferensiasikan diri dalam mind share pelanggan. Pemasar bank syari’ah juga tidak bisa mengabaikan gerakan pesaing, lebih-lebih lagi tidak bisa mengabaikan kebutuhan nasabah. Di dunia pemasaran, bank syari’ah mesti mengenal siapa nasabahnya, mengenal siapa pesaingnya, dan mengenal diri bank syari’ah sendiri untuk dapat merebut kemenangan.
Bank syari’ah tidak boleh hanya mengandalkan informasi yang tersedia di publik atau pasar. Produk bank syari’ah yang bagus saja tidak cukup menjamin untuk memenangkan persaingan, tetapi diperlukan sebuah informasi tentang manuver pesaing melalui penggunaan intelejen pasar (spy) yang sesuai dengan etika persaingan bisnis dan ajaran Islam. Dengan informasi dari mata-mata (marketer), Bank syari’ah bisa menentukan strategi pemasaran yang cerdik, tanpa menimbulkan konflik dan dengan biaya yang sehemat mungkin. Dengan informasi ini, bank syari’ah tidak akan melakukan kesalahan dan kecolongan oleh manuver pesaing yang sebenarnya tidak perlu ditanggapi disamping itu pula dengan penguasaan informasi bank syari’ah diharapkan bisa menerapkan strategi yang lebih jitu dan menjalankan strategi tersebut secara efektif dan efisien.
Disamping itu bank syari’ah yang mempunyai informasi yang lengkap dapat mendahului pesaing dalam melakukan manuver-manuver mengecoh perhatian pesaing, sehingga pesaing akan kecolongan dan tidak menyadari strategi bank syari’ah. Bank syari’ah harus menyembuyikan strategi yang akan digunakan dalam persaingan sehingga pesaing akan kesulitan dalam meramalkan gerak kita. Dengan begitu bank syari’ah dapat mengalihkan perhatian pesaing dan membuat mereka kewalahan dan kebingungan dalam menghadapi strategi bank syari’ah.
4. Kecepatan dan Persiapan
Pemasaran bank syari’ah harus bergerak cepat untuk dapat menguasai persaingan. Agar bisa menggunakan pengetahuan dan tipuan secara penuh, Sun Tzu menyatakan bahwa kita harus mampu bertindak dengan kecepatan tinggi. “Bersandar apa adanya tanpa persiapan merupakan kejahatan terbesar, persiapan terhadap kemungkinan yang muncul adalah kebijakan terbesar”. Bergerak dengan cepat bukan berarti mengerjakan secara tergesa-gesa. Kenyataannya, kecepatan butuh persiapan matang. Mengurangi waktu yang diperlukan untuk mengambil keputusan, mengembangkan produk, dan layanan nasabah adalah hal utama. Memahami reaksi kompetitor potensial terhadap serangan kita merupakan hal yang juga penting.
Timing dan kecepatan sangat krusial dalam persaingan lembaga keuangan Kemampuan membaca pasar dan meluncurkan produk secara cepat, biasanya merupakan langkah utama dalam meraih mind share dan market share. Kecepatan ini mesti dilakukan lewat persiapan yang matang dan membangun struktur tertentu yang cerdas, prospektif, dan adaptif. Dalam meluncurkan produk baru, bank syari’ah harus mempunyai kecepatan dibandingkan pesaing. Kecepatan itu juga harus diimbangi dengan persiapan yang matang atas segala kemungkinan, sehingga bank syari’ah akan siap dalam menhadapi segala resiko yang ditimbulkan dan produk yang diluncurkan itu tidak menjadi bumerang di kemudian hari.
Nasabah bank syari’ah yang sebagian besar pedagang kecil membutuhkan dana pembiayaan yang dengan mudah dan cepat cair. Bank syari’ah harus mampu melakukan pelayanan itu secara cepat, dalam hal ini bank syari’ah bisa membentuk kelompok-kelompok dalam pasar sehingga waktu untuk menarik dan menyalurkan pada nasabah bisa dilakukan dengan waktu yang singkat dengan biaya yang lebih sedikit Namun demikian, bank syari’ah harus tetap memperhatikan prinsip kehati-kehatian dalam memberikan pembiayaan. Kepercayan dan kemitraan dengan nasabah merupakan senjata ampuh dalam menerapkan jurus Sun Tzu ini.
Sun Tzu juga mengatakan “bahwa pasukan yang datang terlebih dahulu akan memproleh kemenagan yang lebih besar dibanding dengan pasukan yang datang tergesa-gesa”, dalam hal ini pemasar lapangan bank syari’ah ibarat pasukan yang harus mempunyai mobilitas dan kecepatan membaca peluang pasar karena pemasar lapanganlah yang langsung berhadapan dengan para nasabah.
5. Membentuk Lawan
“Mereka yang ahli adalah mereka yang menggiring lawan menuju medan pertempuran dan bukan sebaliknya,” kata Sun Tzu. Membentuk medan persaingan berarti mengubah aturan kontes (rules of contest), membuat persaingan sesuai dengan keinginan bank syari’ah . Maka dari itu, kendali situasi harus berada dalam genggaman bank syari’ah , bukan pesaing. Salah satu cara melakukan strategi ini ialah melalui penggunaan aliansi. Dengan membangun jaringan aliansi, pergerakan kompetitor dapat dibatasi. Demikian pula, dengan mengontrol titik-titik strategis dalam industri, kita bakal sanggup membuat pesaing menari sesuai irama yang kita tentukan.
Sekarang co-marketing dan co-branding populer digunakan untuk menaikkan marketing relationship, pelengkap produk dan pengalaman yang lain. Menurut Sun Tzu, membangun jaringan aliansi yang kuat merupakan cara untuk membendung gerakan aktraktif lawan. Daripada merger dan akuisisi, aliansi mudah dibentuk dan mudah pula bubar. Ini mengurangi resiko investasi serta memberikan respon pasar dan persaingan yang cepat. Setiap marketing plan yang strategis mesti melibatkan identifikasi, analisis, dan evaluasi dari aliansi potensial untuk mengendalikan medan persaingan. Namun, sebelum membentuk aliansi, perlu dikaji keuntungan apa yang kita peroleh dan tawarkan kepada pihak lain dalam beraliansi.
Dalam melakukan aliansi, bank syari’ah dapat membentuk jaringan sebagai wadah untuk bertukar pikiran dan informasi, saling membantu dalam hal likuiditas, serta berkonsolidasi dalam menghadapi persaingan maupun menyelesaikan konflik yang muncul antar bank syari’ah sendiri. Dengan adanya jaringan ini diharapkan posisi tawar bank syari’ah di hadapan pemerintah maupun pesaing akan meningkat. Dengan posisi tawar yang tinggi, bank syari’ah akan lebih mudah membatasi gerak pesaing. Gerak pesaing yang terbatas akan memudahkan bank syari’ah Huntuk membuat pesaing melakukan persaingan sesuai aturan bank syari’ah .
6. Pemimpin Berkarakter
“Bila pemimpin memperlakukan orang dengan kebajikan, keadilan, dan kebenaran, serta mengangkat rasa percaya diri mereka; semua pasukannya akan satu pikiran dan senang melayani.” Implementasi suatu strategi pemasaran bank syari’ah memerlukan delegasi. Butuh seorang pemimpin dalam hal ini manajer bank syari’ah spesial, untuk mewujudkan konsep-konsep strategi ini dan memaksimalkan potensi karyawan bank syari’ah. Sun Tzu menggambarkan beberapa ciri dari seorang leader yang baik. Seorang pemimpin harus bijak, tulus, ramah, berani, dan tegas. Pemimpin juga mesti selalu memberikan contoh pada bawahannya. Hanya leader berkarakter yang bisa merebut hati para karyawannya. Manajer bank syari’ah yang berkarakter akan mampu menciptakan suasana manajemen bank syari’ah yang dapat menumbuhkan disiplin dan percaya diri pegawai dalam menjalankan strategi pemasran yang telah ditetapkan
Seperti yang kita ketahui, kemampuan suatu bank syari’ah mendorong inisiatif karyawannya merupakan hal yang amat penting. Hanya dengan demikianlah, bank syari’ah tersebut bisa menyesuaikan strateginya, serta merespon lingkungan kompetensi yang dinamis dan tuntutan nasabah yang semakin tinggi. Seperti yang dikatakan Sun Tzu, “Dalam perang sekarang, terdapat seratus perubahan pada setiap langkahnya. Bila seseorang yakin ia mampu, ia maju; bila ia menganggapnya sulit, ia bakal tertinggal”. Sistem manajemen bank syari’ah juga harus mendorong kreativitas pegawai dengan cara memberikan kesempatan untuk menyampaikan ide atau pendapat yang dapat membantu kinerja pemasaran bank syari’ah .

Sun Tzu sangat memperhatikan kedisiplinan dan kepemimpinan, ia menyatakan “jika kata-kata perintah yang diberikan tidak jelas dan perintah tidak dipahami sepenuhnya, maka yang salah adalah panglimanya, namun jika perintah yang diberikan sudah jelas tapi para perajurit tidak mematuhinya maka yang salah adalah pemimpin” dari pernyataan tersebut jelas bahwa Sun Tzu sangat mengutamakan kebijakan pemimpin dan kedisipilinan bagi seluruh bawahannya untuk menaati akan tetapi di sisi yang lain Sun Tzu menyatakan bahwa “petarung yang handal akan mempertimbangkan pengaruh energi gabungan, dan tidak terlalu banyak meminta dari pasukannya” dari pernyataan tersebut dapat dilihat bahwa Sun Tzu memperhatikan komunikasi dua arah antara pemimpin dengan bawahannya. Komunikasi ini penting dalam bank syari’ah agar keharmonisan hubungan atasan dan bawahan bank syari’ah tetap terjaga.